Bank Digital


    Hai perubahan terus terjadi adaptasi jadi solusi supaya bisa terus bertransformasi inilah yang terjadi di sektor perbankan yang terus mencoba berkembang menjadi Bang digital sejauh mana perjalanan Bang digital di Indonesia lengkapnya akan diulas dalam ramai-ramai bikin Bang digital lihat-lihat yang pertama sebelum kita melihat Seperti apa perkembangan bank digital di Indonesia ini terlebih dulu kita akan lihat Seperti apa respon dari pemangku kebijakan salah satunya dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. OJK mau berusaha mengantisipasi pergerakan menuju era digital dengan menerbitkan payung hukum sejak Desember 2016 OJK sudah menelurkan panduan penyelenggaraan digital branch oleh bank umum Nah di dalamnya ini tertulis makna layanan perbankan digital sebagai kegiatan perbankan dengan sarana elektronik atau digital milik bank melalui media digital milik calon nasabah ataupun nasabah yang dilakukan Mandiri artinya layanan ini intinya bisa dilakukan nasabah secara mandiri ada Beberapa syarat yang dituliskan OJK untuk membuka digital Bridge cuma adalah bank wajib mencantumkan rencana penyelenggaraan atau pembukaan dicoba Bridge dalam rencana bisnis bank atau are by dan yang kedua berdasarkan hasil penilaian posisi terakhir oleh pengawas bank memiliki modal inti paling sedikit memenuhi kriteria sebagai Bang buku2 lalu yang ketiga electronic banking yang akan diterapkan oleh bank pada digital brand setelah mendapatkan persetujuan dari OJK yang keempat Bang memiliki modal inti sesuai dengan persyaratan pemenuhan kewajiban alokasi modal inti sesuai ketentuan yang kelima bank harus memenuhi persyaratan pembukaan jaringan kantor sesuai ketentuan lembaga bank umum ataupun bank syariah nah selain syarat-syarat ini dideskripsikan juga terkait jenis digital brand Ada apa saja dan juga prosedur yang bisa dilakukan Namun sayang regulasi ini hanyalah seputar penyelenggaraan digital branch atau cabang digital untuk bangun dan belum spesifik mengenai Bang digital murni seperti wibeng di Cina nah satu-satunya reggae uang digital adalah peraturan OJK nomor 12v OJK 02 2018 tentang penyelenggaraan layanan perbankan digital oleh bank umum jadi seperti layanan e-banking phone Banking SMS dan mobile banking tapi kalau kita bicara Bang digital ini adalah entitas murni dimana Indonesia belum memiliki aturan sama sekali gawat enggak lumayan padahal potensi Bang digital di Indonesia ini luar biasa kita akan cek Seperti apa potensinya di slide berikutnya bicara ketimpangan antara potensi dan Realisasi ini terus terjadi hampir di semua sektor di Indonesia termasuk ya di perkembangan bank digital ini Indonesia adalah negara kepulauan yang terbatas di kendala transportasi dan juga waktu sehingga Keberadaan Bang digital ini sebenarnya bisa mengikis problem geografis yang membuat bank konvensional sulit untuk membangun kantor cabang Bayangkan saja di 17000 Pulau Jadi sebenarnya digital bensin ini jelas bisa menjadi solusi untuk mempercepat proses keuangan Nah kalau menurut riset yang dilakukan oleh Ikhwan amis V2 2016 ini Indonesia menjadi negara dengan jumlah penduduk ambang terbesar di ASEAN yaitu sebanyak 92 juta jiwa namun dukung Riza tersebut hasil riset Menko Perekonomian di 2018 juga menyatakan bahwa jumlah masyarakat dewasa yang belum mendapatkan akses dan layanan perbankan ini mencapai 50 satu persen dari total penduduk dewasa nah sebagian besar belum mendapatkan layanan Perbankan dan Keuangan karena memang lokasinya di remote area di daerah perbatasan hingga di daerah rawan dan juga terisolasi rasanya itu untuk mendukung perkembangan UMKM juga karena dari 60 juta UMKM yang ada baru sekitar 30% saja yang sudah mendapatkan fasilitas perbankan padahal pertumbuhan penggunaan smartphone ini cukup cepat kalau menurut emarketer bahkan sudah mencapai 30 hingga 50% pertahun didukung juga dengan data dari Kementerian komunikasi dan Informatika yang mengatakan bahwa jaringan internet Forge ini telah melayani hingga delapan Duh tua persen wilayah di Indonesia dia dengan smartphone dan internet yang pertumbuhannya cepat masyarakat diseluruh Indonesia sebenarnya ini berpeluang besar untuk mengakses layanan Digital dari perbankan tapi sampai lagi realisasinya Belum sama sekali mendekati potensi yang ada meskipun sudah ada beberapa bank umum yang mencoba untuk menyiapkan entitas Subang digital masing-masing siapa saja kita akan cek slide berikutnya di beberapa bank umum sudah mempersiapkan entitas Bang digital masing-masing pertama kita akan lihat Bank Swasta terbesar yaitu bank BCA BCA sudah mengakuisisi bank Royal di November 2019 dan mengubah nama bank Royal ini menjadi Bang digital BCA berikutnya juga ada Rebel Bang yang tengah dalam proses akuisisi belum disampaikan secara pasti rencananya apa nih untuk Rabobank hingga proses akuisisinya selesai tapi yang pasti Bang dicetak BCA ini disebut sebagai platform baru BCA dengan persetujuan dari OJK dan Bank Indonesia yang nantinya akan dimerger dengan salah satu anak usaha BCA yang mana kita belum tahu tapi apa sini menarik nah sebelum akhirnya membeli bank Royal BCA sempat diisukan juga akan membeli bank Artos namun bank Artos mendapat investor lain untuk bertransformasi yaitu DJ riang dan Patrick Waluyo yang akhirnya menyelesaikan proses akuisisi 51 persen saham di bulan Desember kemarin dalam laporan keuangan yang dirilis bersama Indonesia bank Artos ini mengalami peningkatan kerugian bersih hingga 321.com a02 persen dari enam comment familiar di Maret 2011 jadi 25 37 milyar rupiah di Maret tahun ini akhirnya di Jun 2020 kemarin bank Artos resmi ganti nama jadi bang jago dan kantor pusatnya juga pindah dari ya Bandung ke Jakarta Nah selain BCA dan bank jago BRI juga katanya menyatakan ada peluang untuk mengkonversi anak usaha menjadi Bang digital salah satu anak usaha yang mungkin konversi ini adalah PT BRI agroniaga atau kalau di by Nico demi tanya Agro nah BRI Agro saat ini sudah punya produk-produk digital juga sebenarnya bernama Pinang atau pinjaman tenang dan BR induknya juga punya produk kredit digital juga namanya ceria tapi selain tiga bang ini juga sudah ada lima yang sudah beroperasi yaitu yang pertama ada Genius ini adalah Pioneer Bang digital yang dibentuk dari BTPN Lalu ada tmw atau tomorrow oleh bank yuobi ada d'save juga oleh Bank Danamon ada permatami dari Bank Permata dan juga diuji Bang dari GBS Nah itu di Indonesia Bagaimana dengan di Skala yang lebih besar lagi kita akan cek berikutnya Hai di dunia air Abang digital ini sudah sangat jelas jumlah negara berencana memberikan lisensi Bang digital tidak hanya ke perbankan tapi juga ke perusahaan teknologi kalau menurut situs IM3 stek.com bangkit nomor satu di UK ini adalah monzo berasal dari Inggris tapi layanannya tersedia tidak hanya di Indonesia tapi juga sampai di Amerika Serikat yang menawarkan beragam akun bank mulai dari akun dasar akun plus hingga akun bisnis nah seluruh opsi diberikan dengan akses tanpa kontak fisik dan juga tanpa kartu dan free pelayanannya ini cuma-cuma alias gratis lalu nomor dua di Inggris juga ada yang namanya Revolt nari foldernya diluncurkan di 2015 dan sudah beroperasi di 30 negara dan punya enam juta nasabah lain bisa menggunakan mobile banking Revolt juga menyediakan akses ke criptocarensi dengan biaya komisi secara cuma-cuma Kalau anda terdaftar sebagai nasabah premium di nomor tiga ada Starling Bang Nah ini juga berasal dari Oke ciri khasnya adalah saling Bang ini menawarkan biaya cuma-cuma bila anda mau menarik uang cash atau Hai ikan dana anda di negara lain jadi banyak diminati bagi orang-orang yang suka traveling ya untuk bisnis begitu bepergian untuk bisnis dan berikutnya kita ke asianakal gradiasi yang terbesar seyfried ini adalah Bang digital Cina webek webek dikendalikan bukan oleh banget tapi oleh raksasa fintech Tansa jadi lubang tidak punya izin operasi bank tidak ada kantor cabang sama sekali kecuali kantor pusatnya di Shinchan dan juga tidak ada syarat terkait properti untuk pengajuan kredit tapi mereka pakai teknologi pengenalan wajah dan juga peringkat kredit berbasis big data tapi kalau dari sejauh kreasi mereka itu sangat steak.di 2018 laporan rasio kredit bermasalahnya atau MPR nih hanya 0,5% angka ini jauh lebih rendah dari npl industri perbankan di celah di periode yang sama sebesar 1,8 persen artinya ini adalah rekor tertinggi lalu di Hongkong ada delapan Bang digital yang beroperasi sejak lisensinya dibuka di tahun kemarin syaratnya cuma perusahaannya harus lokal Hai dan harus punya modal 300 juta dollar Hongkong salah satu bang dicetaknya di Hongkong ini adalah Zee Bang dan tidak tahu-tahu z e Bang ini bisa menawarkan bunga deposito maksimal 6,8 selama tiga bulan kalau Anda punya deposit hingga 176 juta rupiah nah angka ini lebih tinggi dari bunga deposito yang ditawarkan ACDC yang hanya dua sampai tiga persen saja nah terakhir adalah tetangga terdekat kita nih Singapura Singapura tahun lalu juga menyimpulkan memberikan lisensi kelima Bang digital dua lisensi akan diberikan kepada Bang digital yang beroperasi penuh sisanya akan diberikan ke bank digital grosir atau hanya melayani pelanggannya perusahaan saja syaratnya harus punya modal 1,5 Milyar Dollar Singapura atau 15,5 Triliun Rupiah dan Sama juga seperti Hongkong harus perusahaan lokal dan dikendalikan oleh orang lokal nah yang paling santer kabarnya adalah Bang digital konsorsium antara grab dan juga singtel nantinya grab akan pegang 60% single atau pegang 40% saham ini pun sudah masuk dalam daftar perusahaan yang akan dapat lisensi dari otoritas moneter Singapura nah cukup menginspirasi tetangga-tetangga kita semoga ini menjadi pecut juga mengingat potensi indonesia sebetulnya jauh lebih besar daripada potensi negara-negara tetangga kita

   Hai trend membuat Bang digital yang sejalan dengan rencana regulator untuk mengkonsolidasikan industri perbankan agar lebih kuat dari sisi permodalan membuat prospek Bang digital semakin dilirik oleh banyak pihak tidak hanya perbankan dan korporasi besar saja konglomerat hingga perusahaan start-up kini ikut berlomba-lomba untuk jadi yang terdepan Dalam persaingan sengit ini seperti apa kami ulas hari ini dalam makin gatal ingin Bang digital ya er Abang digital ini sudah didepan mata ya ketika beberapa negara telah memberikan lisensi Bang digital ke bank konvensional dan juga perusahaan teknologi Seperti contohnya baru-baru Ini negeri tetangga Singapura telah memberikan izin kepada empat konsorsium untuk mendirikan bank digital kita lihat jadi ada dua klasifikasi bank digital yang ada di Singapura yang bakal direncanakan mulai beroperasi pada awal Tahun 2022 pertama waysons untuk digital fullback atau Bang digital penuh ini jatuh kepada konsorsium singtel dan grab.di single ini adalah perusahaan telekomunikasi Singapura sedangkan grab kita tahu adalah startup ride-hailing Asia Tenggara kemudian juga ada Celine itip induk dari ecommerce Opick lalu berikutnya untuk klasifikasi lainnya yaitu lessons How style Bang Nah ini diberikan kepada and financial atau dulu yang kita kenal sebagai alipay anak usaha dari Alibaba group dan terakhir juga ada perusahaan China yaitu Greenland finansial dimana ini adalah Lini investasi milik perusahaan properti Greenland nah Apa bedanya dua klasifikasi ini jadi perusahaan dengan lisensi Bang penuh diperkenankan untuk menyediakan semua jenis layanan perbankan kepada nasabah ritel maupun juga korporasi sementara perusahaan dengan lisensi Bang digital hosseini layanannya itu non retail jadi hanya diizinkan untuk menyasar korporasi dan juga UMKM Nah dari sisi permodalan digital full bank yang didirikan ini harus Kiki modal yang disetor minimum 1,5 milyar Singapore Dollar atau 15,8 Triliun Rupiah Sedangkan untuk DJ tuh old style Bang Kita lihat syarat modal awalnya yang harus dipenuhi adalah sebesar 100000000 Singapore Dollar atau 1,65 Triliun Rupiah nantinya baik digital full bank maupun juga digital Seoul hostel band ini hanya diizinkan untuk memiliki satu tempat operasi fisik saja sehingga semua layanan dan juga transaksi ini harus dilakukan secara online nah bagaimana dengan Indonesia nih kita akan lihat ya karena kedepannya prospek pertumbuhan ekonomi digital Indonesia ini dinilai bakal tumbuh pusat riset Google tema seks dan juga band menyebut pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia ini bisa mencapai lebih dari 30 persen dalam beberapa tahun mendatang bahkan untuk dua tahun silam saja Bank Dunia juga melaporkan ada sekitar 48.com 9 ngeten masyarakat Indonesia yang berusia dewasa atau diatas 15 tahun ini memiliki tabungan di bank namun lebih dari 160 juta orang ini memiliki akses ke internet dimana banyak dari masyarakat Tanah Air ini juga memiliki Smartphone Ini artinya aku ekonomi digital di Indonesia ini bakal semakin besar ukurannya Apalagi kita tahu masih tinggi populasi yang juga belum terjamah dengan layanan keuangan formal Tetapi kalau di berani dibarengi dengan tingginya penetrasi internet serta penggunaan smartphone maka ini juga bisa jadi peluang besar untuk membuka usaha Bank digital Nah dengan adanya Bang digital ekosistem bisnis keuangan ini diharapkan bakal semakin terintegrasi Bang digital juga bisa jadi salah satu platform Wow stop solution dimana masyarakat bisa mengakses berbagai produk keuangan mulai dari asuransi kemudian pasar modal seperti obligasi saham Reksadana bahkan sampai hingga valuta asing Hai Nah model bisnis ini juga memungkinkan Bang untuk menghemat belanja modal serta ongkos operasionalnya untuk mendirikan kantor cabang dan juga mengalihkan investasi ke infrastruktur teknologi digital nah terkait hal ini memang belum ada ya ketentuan resmi dari OJK tapi kalau menurut rancangan draft dari Rp OJK tentang bank umum ada selintas aturannya nih tepatnya pada pasal 18 ayat 1 dan 2 bahwa kedepannya Bang digital Tanah Air ini akan berjalan secara elektronik atau digital sepenuhnya dan hanya diizinkan memiliki 1 kantor operasi saja Nah kita lihat nah kalau kita lihat lagi apa sih sebenarnya aturan yang sedang dikaji oleh OJK terkait Bang digital kita akan lihat jadi nantinya Bang digital ini akan terbagi menjadi dua jenis yang pertama adalah Bang baru ini bakal menjadi full bank digital dan kedua transformasi Bang yang existing atau bank yang sudah ada ini bisa diarahkan menjadi digital dan kemudian untuk modal minimumnya modal minimum untuk mendirikan bank digital ini dipatok senilai 10 Triliun Rupiah nah sembari menanti payung hukum resmi dari OJK terkait Aturan ini sejumlah bank dan pemegang saham pengendali di beberapa bank ini sudah mengaku kalau mereka siap menggarap Bang digital Seperti apa kita juga akan lihat perkembangan bank digital tanah air memang makin pesat dalam dua tahun terakhir untuk jadi bang digital lembaga perbankan konvensional ini dapat menempuh jalur transformasi modal bisnis lewat aksi korporasi seperti akuisisi Nah kita lihat ya Bank BCA ini juga jadi salah satu yang menempuh jalan tersebut sebelumnya Bank BCA ini mengakuisisi bank Royal senilai 988 milyar rupiah pada akhir 2019 dan Rencananya akan mulai beroperasi pada tahun ini kemudian juga ada bank Artos yang kini sudah berganti nama jadi bang jago setelah resmi diakuisisi oleh jerio mantan petinggi Bank BTN lewat PT metamorfosis Indonesia dan juga ada Patrick Waluyo pendiri dari firma investasi norsar melalui perusahaan investasi hongkong.lol trek teknologi nah keduanya ini kini menguasai saham di bank jago sebesar 51 persen Nah Adapun usai diakuisisi Dan juga lewat Kemal Reis Subang jago ini sudah naik jadi bang buku2 setelah meraup suntikan dana dengan total 1,34 Triliun Rupiah di mana menariknya gojek juga ternyata diketahui mengakuisisi 22 persen saham di bank jago dengan nilai transaksi sebesar 2,25 Triliun Rupiah nah gojek sendiri tertarik mengakuisisi karena ingin mematangkan ekosistem digital miliknya yaitu gopek Ayo kita lanjut satpam fintech lainnya yaitu ada akulaku yang juga telah mengambil alih 8,2 sembilan persen kepemilikan saham di PT Bank Yudha Bhakti nah kepemilikan saham grup intake Cina di bye ini semakin bertambah ketika pt.gos go kapital dan juga PT Asabri integrous porsinya saat ini total sama akulaku sudah bertambah menjadi 24,9 Delapan persen dan bbgb berganti nama menjadi Bank newcomers Nah lewat akuisisi ini akulaku ingin Bang newcomers untuk diintegrasikan ke model bisnis vintage ya karena pinjaman online di tanah air Ini juga masih membutuhkan peran pentingnya perbankan nabang berikutnya juga ada Bank Kesejahteraan ekonomi yang mayoritas sahamnya ini sudah dipegang ya oleh si grup lewat bank bksi grup juga berhasrat membuka Bang digital di Indonesia jadi akuisisi grup ini dilakukan lewat anak usahanya yaitu turbocache jadi secara bertahap juga turbocash mengambil alih 2 megang sambut ama di Bank DKI yaitu ada dana Dipa Artha Indonesia dan juga dakoin Investama Nusantara dimana terakhir turbocache ini menguasai 82019 persen sampai dan juga 66,67 sampai indie bank.bke sehingga secara tidak langsung sekarang si grup ini adalah pemegang terbesar sahamnya bank.bke lalu kemudian juga ada CT Corp lewat Mega corpora ini juga tidak mau ketinggalan ya untuk semakin memantapkan ekosistem bisnisnya jadi Mega corpora mengakuisisi Bank Harda internasional untuk transformasi perbankan ke arah digital dan terakhir di luar aksi caplok mencaplok anak usaha Bank BRI yaitu BRI agroniaga ini juga lagi disiapkan menjadi bangjit al dimana tahun ini perseroan juga menyiapkan capek untuk kebutuhan infrastruktur teknologi sebesar 3,5 Triliun Rupiah nah sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan ini mengatakan jika ekosistem perbankan ingin beradaptasi ngan trend digitalisasi maka diperlukan persiapan modal yang kuat maka dari itu OJK juga menegaskan modal inti bank minimal ini harus tiga Triliun Rupiah pada akhir Desember 2020 26 menariknya pada akhir tahun lalu jika menyebut sudah tidak ada lagi itu bang Buku satu karena semuanya sudah memenuhi modal minimum satu Triliun Rupiah dengan demikian berarti semakin banyak nih bang Buku satu yang ternyata berhasil naik jadi bang buku2 pada tahun ini Nah kita lihat ini juga sejalan ya dengan harapan OJK gimana Yang pertama kita lihat OJK mendorong akselerasi konsolidasi perbankan dan kemudian konsolidasi ini memang menjadi suatu keharusan bagi bang demi menghadapi tantangan ke depannya dan penguatan modal ini jadi kunci pengembangan bisnis dan yang terakhir klasifikasi produk bank ini tidak akan lagi dikaitkan dengan modal inti Bang kedepannya Lalu seperti apa sih gambaran perkembangan perbankan kedepannya kita juga akan melihat bersama Nah ada beberapa poin yang masuk kedalam prioritas untuk empat tahun mendatang kita lihat penguatan infrastruktur dan keunggulan kompetitif ini untuk mengakselerasi transformasi digital dimana penguatan ini akan semakin mengarahkan Bagaimana peran penting perbankan ini bisa berkontribusi terhadap ekonomi nasional dan juga tentunya tidak kalah penting adalah pengaturan dan perizinan ini akan tetap diawasi dimana ini akan ada Sinergi antara aturan dan izinan dimana Nanti OJK akan mengawasi bank-bank digital yang bakal ada di tanah air Nah itu dia Mengapa meski Bang digital ini adalah hal yang baru di Indonesia tetapi kunci suksesnya tetap ada di Inovasi dan juga penguatan modal kedepannya kita akan nantikan Seperti apa regulasi resminya Karena itulah yang sangat penting untuk diperhatikan sebagai menunjang perkembangan industri Bank digital
    Akhir-akhir ini Tentunya menjadi pembicaraan baik secara global dan juga di Indonesia Bagaimana tidak tentunya layanan digital khususnya untuk sektor keuangan makin bertambah pesat penurunan jumlah penggunaan ATM hingga hampir dengan 50% di semua perbankan dan naiknya juga untuk layanan digital bagi semua perbankan seakan berlomba-lomba bahwa bank-bank besar akan menuju Bang digital semuanya punya pangsa pasar mereka masing-masing seperti apa sebenarnya perjalanan neobank dan juga Apakah by akan menjadi Ancaman bagi vintage dan juga perbankan konvensional atau tradisional kita ulas hari ini ya nyobeng Ancaman bagi fintech dan juga Bang Kita lihat apa sebenarnya itu newbe bagi anda mungkin pelaku pasar mungkin anda berpikir bahwa new bank adalah new bank yang ada di Indonesia tapi sebenarnya secara global itu agak berbeda ya kalau kita lihat kanannya obeng sendiri Ini adalah sebuah perusahaan teknologi yang menawarkan layanan keuangan jadi berbasis layanan teknologi bisa dikatakan agak mirip-mirip dengan fintech tapi mirip juga dengan bank karena ada beberapa new bank yang melakukan aktivitas mirip dengan perbankan tapi ada juga yang tidak jadi kita akan lihat nanti apa sebenarnya perbedaan antara nyobain dan juga perbankan biasa dengan finansial teknologi yang paling utamanya adalah neobank itu tidak memiliki cabang fisik Jadi bagi Anda yang nantinya menjadi salah satu konsumen baik dari new bank itu tidak akan melihat kantor new bank yang berada misalnya di jalan yang manapun yang Sudirman atau di Jalan Gatot Subroto tidak ada kantornya ya karena tidak memiliki cabang fisik semua aktivitasnya dilakukan secara digital mungkin kalau anda membuka tabungan mau misalnya juga meminta begitu cara mengajukan pinjaman kredit itu juga semuanya secara digital jadi tidak ada cabang fisiknya Anda lihat nah bagaimana new bank itu bekerja jadi ada beberapa skema untuk bekerjanya newbe ini yang seperti saya katakan tadi nyobain bisa saja menjadi penyalur kredit atau juga ada beberapa new Bank yang tidak menyalurkan kredit kalau misalnya neobank itu menyalurkan kredit berarti newbe ini akan berbicara dengan bank-bank tradisional Jadi ia akan membutuhkan modal juga ya kalau misalnya untuk menyalurkan kredit butuh likuiditas dan butuh modal atau mungkin butuh DPK yang cukup besar juga untuk disalurkan kepada kredit kalau bermitra dengan bank tradisional new bank bisa menyalurkan kredit dan juga bisa dikatakan Abang tradisional bisa menjadi penjamin begitu bagi orang-orang yang menyimpan dananya di New bank tersebut karena kan harus juga ada penjaminnya jadi para konsumen dari nebeng ini yakin untuk menaruh dana mereka di New bank bisa menyalurkan kredit kepada individu dan bisnis kalau misalnya yah perusahaan itu atau new bank tertarik untuk menyalurkan kredit kepada individu dan bisnis tapi ada juga beberapa nyoba yang tidak menyalurkan kredit kepada individu dan bisnis contohnya mungkin ada beberapa di Singapura yang juga tidak menyalurkan kredit kepada individu dan juga bisnis sebagian besar tidak menyalurkan kredit itu yang tadi saya katakan nya jadi hanya kurang lebih 30% dari new bank itu yang menyalurkan kredit selebihnya tidak menyalurkan kredit memang menghindari risiko gagal gagal bayar atau kredit macet begitu atau npl itu sebenarnya menjadi salah satu juga tantangan bagi ini obeng makanya sebagian besar tidak menyalurkan kredit Untuk menghindari adanya npl nah plus minus dari neobank kita lihat sama-sama apa yang menjadi daya tarik bagi obeng bagi masyarakat atau konsumen di era digital saat ini yang sangat berkembang pesat ya biayanya rendah Jadi kenapa biayanya rendah karena kita tahu tidak ada cabang fisik berarti tidak membutuhkan Hai untuk kaca Bang fisik mereka membayar pegawai mereka dan lain-lain otomatis biaya yang dibebankan kepada konsumen atau pengguna jasa dari neobank ini sangat rendah Kalau mungkin anda pengguna bank konvensional saat ini ada biaya administrasi Lah terus biaya ATM lah atau mungkin juga Ketika anda mengganti kartu Anda ada juga biayanya ya jadi itu mungkin bisa ditekan kosnya oleh newbe ini terus Mudah Kenapa mudah ya karena semua ada di genggaman tangan anda jadi ketika anda memiliki gadget atau smartphone yang sangat-sangat canggih semua Anda bisa lakukan disitu mulai dari transfer dan kawan-kawannya atau mungkin bisa juga bisa menjadi salah satu juga under lain begitu ya untuk Anda berinvestasi atau mungkin membeli saham itu juga sangat menjadi salah satu kemudahan bagi new bank dan waktu pelayanan dan prosesnya cepat kenapa ya sekarang semuanya dilakukan secara digital Anda tidak perlu bermacet macet mungkin ketika mau ke sebuah terbang Bang begitu ya atau bank konvensional tapi semuanya Anda genggam di tangan anda jadi bisa dikatakan Anda menggenggam dunia atau menggenggam keuangan anda sendiri ya terus minus nya itu membutuhkan pengetahuan seputar layanan teknologi Kalau Anda bisa dikatakan tanda kutip agak gaptek begitu mungkin Anda harus belajar lebih ekstra untuk menggunakan newbigin karena memang semuanya secara digital dan ya seputar teknologi ya Jadi mungkin bagi orang-orang tua kita seperti orang tua saya atau orangtua Anda Anda harus bekerja ekstra untuk memberikan pemahaman kepada orang tua orang tua yang berada di atasnya lebih tua daripada kita itu untuk memahami seputar neobank ini terus kurang diatur oleh Bang tradisional karena ia tidak ia beberapa new bank tidak bekerja sama dengan bank tradisional jadi bisa dikatakan ketika ada terjadi permasalahan Dini obeng juga agak cukup Riskan ya karena tidak diatur oleh Bang tradisional dan tidak memiliki cabang fisik masalahnya juga Anda tidak lihat saat kantor cabang fisiknya jadi klo Anda terjadi masalah begitu entah ke dananya hilang atau mungkin dananya salah transfer begitu ya Ini juga menjadi salah satu apa ya bisa dikatakan kekurangan karena anda tidak bisa melihat cabang fisiknya jadi tidak bisa mengkomplain secara langsung jadi semuanya harus melalui digital layanan digital ya Nah aranio bank di Indonesia mungkin Anda bertanya begitu kan bagaimana sih kalau arah new bank di Indonesia jadi Pak Perry warjiyo mengatakan bahwa digital banking belum tentu sama dengan neobank seperti di luar negeri jadi belum tentu dia obeng ada di luar negeri seperti misalnya ada di Singapura karena di Singapura itu kalau saya tidak salah dan lima jenis atau 5 new bank yang berada di sana itu bisa dianut oleh new bank atau beberapa negara mengandung newbe yang tidak perlu membuat lembaga sendiri dan cukup hanya dengan cloud yang kami anut adalah bank yang saat ini ditransformasikan ke service digital Jadi kalau menurut Bank Indonesia atau Pak Feri warjo berlubang Indonesia Hai mungkin kalau yang dianut di luar negeri akan berbeda dengan implementasi new bank akan ada di Indonesia karena arahnya kalau kita lihat di Indonesia itu bank-bank besar atau bank-bank konvensional saat ini Itu semuanya akan go digital misalnya BCA dengan punya Rabobank yang akan dihadiri caranya akan menjadi sebuah Bang digital terbesar juga terus BRI akan menggunakan BRI agroniaga begitu ya untuk dijadikan Bang digital terus beberapa ecommerce juga sudah mencaplok bank-bank konvensional yang akan diubah sistemnya menjadi Bang digital Jadi mungkin implementasi dari Abdi obeng ada di luar negeri tidak akan sama dengan newbe yang ada di Indonesia nah ini adalah beberapa jenis-jenis new bank ada di Singapura misalnya ada expired terus ada transferwise ini transferwise Ini bisa anda gunakan juga untuk transfer terus ada YouTube dan juga ada revolut nah yang menjadi tetap pertanyaan ketika nyobeng itu ada apakah akan mengancam posisi bank konvensional atau mungkin fintech sebenarnya antara i atau tidak karena tergantung Bagaimana tentunya perbankan atau finansial teknologi di sebuah negara melakukan kerjasama dan juga bisa dikatakan beradaptasi terhadap layanan digital atau mungkin sektor ekonomi digital yang semakin terus berkembang bagi perbankan perbankan atau bank-bank konvensional yang tidak bisa melakukan transformasi ke arah digital Mungkin saja newbe akan menjadi Ancaman bagi mereka tapi bagi bank-bank besar yang bisa melakukan transformasi secara digital atau menuju digital go digital lailah nya itu akan menjadi sebuah peluang besar juga utamanya bagi bank-bank besar

Lihat Video Ramai-ramai Bikin Bank Digital

Lihat Video Makin Gatal Ingin Bank Digital

Lihat Video Neobank Ancaman Bagi Bank & Fintech

Komentar